Inovasi Daur Ulang Galon Melalui Budidaya Lele Dan Kangkung Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Padukuhan Lojajar, Sleman
DOI:
https://doi.org/10.37159/jad.v12i2.87Keywords:
daur ulang galon, budidaya lele, hidroponik kangkung, ekonomi sirkularAbstract
Program Dalang Gagah merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan memanfaatkan limbah galon plastik sebagai media budidaya lele dan tanaman kangkung untuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat di Padukuhan Lojajar, Margorejo, Tempel, Sleman. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) R-7 Universitas Janabadra dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan perencanaan, sosialisasi, pelatihan teknis pembuatan wadah budidaya dari galon bekas dan ceting plastik, pendampingan pemeliharaan lele dan kangkung dalam sistem akuaponik sederhana, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi masyarakat yang tinggi, tingkat kelangsungan hidup lele mencapai 90–95%, serta pertumbuhan kangkung yang optimal tanpa penambahan nutrisi sintetis. Program ini memberikan dampak lingkungan berupa pengurangan limbah plastik rumah tangga, dampak ekonomi melalui penghematan konsumsi dan potensi pendapatan tambahan, serta dampak edukatif berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sistem budidaya terpadu. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis teknologi tepat guna mampu memberdayakan masyarakat dan berpotensi menjadi model pengelolaan sumber daya berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
References
G. Pathak et al., “Plastic pollution and the open burning of plastic wastes,” Global Environmental Change, vol. 80, p. 102648, May 2023, doi: 10.1016/j.gloenvcha.2023.102648.
“From Rivers and Coastlines in Indonesia Plastic Waste Discharges,” 2021. [Online]. Available: www.worldbank.org
R. Rafidah, R. Rahmayanti, and H. Haderiah, “Implementasi Prinsip 3R Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Desa Gattareng, Kabupaten Bulukumba,” Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, vol. 25, no. 1, pp. 129–138, Jun. 2025, doi: 10.32382/sulo.v25i1.1322.
O. S. Abdoellah et al., “Food Security of Urban Agricultural Households in the Area of North Bandung, West Java, Indonesia,” Sustainability, vol. 15, no. 24, p. 16683, Dec. 2023, doi: 10.3390/su152416683.
F. Atique, P. Lindholm-Lehto, and J. Pirhonen, “Is Aquaponics Beneficial in Terms of Fish and Plant Growth and Water Quality in Comparison to Separate Recirculating Aquaculture and Hydroponic Systems?,” Water (Basel), vol. 14, no. 9, p. 1447, Apr. 2022, doi: 10.3390/w14091447.
C. Maucieri, C. Nicoletto, R. Junge, Z. Schmautz, P. Sambo, and M. Borin, “Hydroponic systems and water management in aquaponics: A review,” Italian Journal of Agronomy, vol. 13, no. 1, p. 1012, 2018, doi: 10.4081/ija.2017.1012.
G. Kwikiriza, S. M. Tebitendwa, P. Rwezawula, W. W. Mwanja, I. Abaho, and H. Meimberg, “Enhancing African Catfish (Clarias gariepinus) Aquaculture in Uganda: Insights into Hatchery Propagation, Population Suitability, and Broodstock Management,” Fishes, vol. 10, no. 6, p. 290, Jun. 2025, doi: 10.3390/fishes10060290.
M. A. Merli, “Pemanfaatan Galon Bekas untuk Media Tanam Hidroponik dalam Upaya Menciptakan Konservasi Lingkungan di Universitas Ivet Semarang,” Indonesian Journal of Conservation, vol. 13, no. 2, pp. 77–82, Jan. 2025, doi: 10.15294/ijc.v13i2.17571.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Happy Trizna Wijaya, Novi Yanti, Ahmad Arung Afriansyah Putra, Angelika Virginia Sutedja, Fajri Maulana Putra, Fauzan Alfiansyah Latar, Rahayu lutfi Khofifah, Meida Widyaningrum, Pradipta Angga Prana Pamungkas, Merna Widyaningrum, Ade Berkat Ely Waruwu, Fidel Ramos Gonzaga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








