Branding Kampung Tematik Terintegrasi “Kricak Bersama” sebagai Strategi Pengembangan Wilayah Berbasis Potensi Lokal di Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta

Authors

  • Bagus Ramadhan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Amikom Yogyakarta, Yogyakarta
  • Ibnul Muntaza Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Amikom Yogyakarta, Yogyakarta
  • Cahyaningrum Jagad Madani Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Amikom Yogyakarta, Yogyakarta
  • Vrisna Nabilla Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Amikom Yogyakarta, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.37159/adarma.v13i1.109

Keywords:

kampung tematik, branding kawasan, ketahanan pangan, kuliner tradisional, kolaborasi 5K

Abstract

Kelurahan Kricak di Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta merupakan kawasan padat perkotaan dengan tiga kampung (Jatimulyo, Kricak Kidul, Bangunrejo) yang memiliki kekayaan potensi pangan, kuliner, dan budaya, namun belum terintegrasi sebagai kesatuan identitas wilayah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Racana Tepat Jogja ini bertujuan merumuskan branding kampung tematik yang relevan dengan karakter sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat sebagai dasar pengembangan wilayah berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD) lintas pemangku kepentingan, dan analisis kesesuaian branding eksisting dengan kondisi aktual. Hasil kegiatan menunjukkan tiga rumusan branding kampung tematik yang saling melengkapi dalam satu kerangka terintegrasi “Kricak Bersama: Pangan, Rasa, dan Budaya”, yaitu Kampung Ketahanan Pangan Edukatif Berkelanjutan (Jatimulyo), Kampung Kuliner Tenongan Tradisional Yogyakarta (Kricak Kidul), dan Kampung Budaya Partisipatif Yogyakarta (Bangunrejo). Ketiga kampung dihubungkan oleh Sungai Winongo sebagai koridor identitas dan rantai nilai dari hulu produksi pangan, tengah pengolahan kuliner, hingga hilir ekspresi budaya. Konsep ini diperkuat oleh prinsip kolaborasi 5K (Kampung–Kota–Kampus–Komunitas–Korporasi). Kegiatan ini berdampak pada peningkatan kapasitas perencanaan partisipatif warga, kesepakatan tematik kampung, dan tersusunnya rekomendasi program lima tahunan yang siap diadopsi oleh pemerintah Kota Yogyakarta dalam kerangka RPJMD 2025–2029.

References

Pemerintah Kota Yogyakarta, “Pemkot Kembangkan Kampung Tematik Perkuat Ekosistem Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal.” warta.jogjakota.go.id, 3 Okt. 2025. [Online]. Tersedia: https://warta.jogjakota.go.id/detail/index/43354.

Universitas Amikom Yogyakarta, “Universitas Amikom Yogyakarta dan Pemkot Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan Kampung Tematik.” home.amikom.ac.id, 23 Mei 2025. [Online]. Tersedia: https://home.amikom.ac.id/2025/05/23/universitas-amikom-yogyakarta-dan-pemkot-yogyakarta-kolaborasi-kembangkan-kampung-tematik/.

Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, “Keputusan Gubernur DIY Nomor 454/KEP/2023 tentang Penetapan Kelurahan Budaya,” Dec. 23, 2023, Yogyakarta.

Pemerintah Kota Yogyakarta, “Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Yogyakarta Tahun 2021–2041,” 2021, Yogyakarta.

F. Satria and F. Fadillah, “Konsep City Branding dan Identifikasi Nilai Lokal pada Kota-Kota Indonesia dalam Mendukung Nation Branding Indonesia,” Jurnal Desain, vol. 8, no. 2, pp. 147–158, 2021.

R. Marta, I. Havifi, R. Rinaldi, and I. Gusnedi, “Perancangan Branding Kampung Tematik Elo Pukek, Kelurahan Purus, Kota Padang,” Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik dan Komunikasi Bisnis, vol. 7, no. 1, pp. 33–42, 2023.

Pemerintah Kota Yogyakarta, “Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 23 Tahun 2018 tentang Program Gandeng-Gendong Kota Yogyakarta,” 2018, Pemerintah Kota Yogyakarta, Yogyakarta.

S. M. Iza and I. D. A. Nurhaeni, “Proses kolaborasi dalam penanganan kemiskinan: studi kasus pada Program Gandeng Gendong di Yogyakarta,” Jurnal Mahasiswa Wacana Publik, vol. 1, no. 2, pp. 365–379, 2021.

R. E. Linda, S. S. Hadiwijoyo, and D. Purnomo, “Kemitraan Multi Pihak Dalam Penanggulangan Kemiskinan (Studi Kasus Program Gandeng Gendong Kota Yogyakarta),” Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, vol. 10, no. 1, pp. 75–91, 2024.

Pemerintah Kota Yogyakarta, “Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 2 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Yogyakarta Tahun 2025–2029,” 2025, Pemerintah Kota Yogyakarta, Yogyakarta.

P. Arifin, “Praktik Komunikasi Partisipatif Warga RW 20 Kampung Sutodirjan Kota Yogyakarta Pada Program Pembangunan Komunitas Lokal,” Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, vol. 2, no. 2, pp. 97–106, 2023.

Pemerintah Kota Yogyakarta, “Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 118 Tahun 2021 tentang Rencana Detail Tata Ruang Kota Yogyakarta Tahun 2021–2041,” 2021, Pemerintah Kota Yogyakarta, Yogyakarta.

Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, “Peraturan Gubernur DIY Nomor 9 Tahun 2023 tentang Strategi Pengembangan Wilayah Satuan Ruang Strategis Kasultanan dan Satuan Ruang Strategis Kadipaten Tahun 2023–2043,” 2023, Pemda DIY, Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik Kota Yogyakarta, “Kota Yogyakarta dalam Angka 2024,” Yogyakarta, 2024.

A. F. Sulistyo, N. D. Semesta, and D. S. B. J. Firdaus, “Lorong Sayur sebagai Inovasi Urban Farming Menunjang Ketahanan Pangan (Studi Kasus Program Lorong Sayur di Kemantren Tegalrejo, Yogyakarta): Lorong Sayur sebagai Inovasi Urban Farming Menunjang Ketahanan Pangan (Studi Kasus Program Lorong Sayur di Kemantren Tegalrejo, Yogyakarta),” Journal Science Innovation and Technology (SINTECH), vol. 3, no. 2, pp. 12–22, 2023.

R. J. Nirmala, “Adaptasi Masyarakat Kampung Sayur Bausasran Yogyakarta di Masa Pandemi Covid-19 melalui Urban Farming,” GEMA PUBLICA, vol. 7, no. 2, pp. 223–236, 2022.

S. Odi and R. Paramitalaksmi, “Peningkatan kualitas laporan keuangan UMKM kuliner tradisional di Yogyakarta,” Jurnal Manajemen Kreatif Dan Inovasi, vol. 2, no. 1, pp. 60–65, 2024.

M. Faizah et al., “Pemberdayaan Umkm Jamu Tradisional Sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat,” PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 5, no. 1, pp. 21–28, 2026.

F. Zahrah, "City branding dimensions, strategies, and obstacles: A literature review," Jurnal Bina Praja, vol. 15, no. 1, pp. 101–109, 2023.

W. R. Firianti, “Penataan Kawasan Sungai Winongo Berbasis Partisipasi Masyarakat di Pakuncen Yogyakarta,” Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran Dan Dakwah Pembangunan, vol. 3, no. 1, pp. 215–240, 2019.

L. Zahra, “Strategi Komunikasi Model ACADA (Deskripsi Program Revitalisasi Bantaran Sungai Winongo Kota Yogyakarta),” Jurnal PIKMA: Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, vol. 1, no. 1, pp. 51–64, 2018.

S. D. A. Ambarwati, A. Saputro, P. Satwikanintya, and A. Rimmang, “Optimalisasi Potensi Budaya Lokal Melalui Integrasi Seni Tari Tradisional dan Kuliner Malam Di Kampung Pujokusuman Yogyakarta,” in Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat, 2025, pp. 136–145.

Downloads

Published

15-06-2026

How to Cite

Ramadhan, B., Muntaza, I., Madani, C. J., & Nabilla, V. (2026). Branding Kampung Tematik Terintegrasi “Kricak Bersama” sebagai Strategi Pengembangan Wilayah Berbasis Potensi Lokal di Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta. ADARMA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 13(1), 30–37. https://doi.org/10.37159/adarma.v13i1.109