https://jurnaladarma.janabadra.ac.id/index.php/adarma/issue/feedADARMA: Jurnal Pengabdian Masyarakat2026-06-03T14:16:06+07:00Dr. Untoro Budi Surono, S.T., M.Eng.untorobs@janabadra.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><strong>ADARMA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat</strong> merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Penamaan <strong>ADARMA</strong> merujuk pada istilah yang digunakan dalam tradisi bahasa Jawa Kuno yang berkaitan dengan konsep <em>darma</em> atau <em>darma bakti</em>, yang dimaknai sebagai pengabdian, kewajiban moral, dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Dalam konteks jurnal ini, <strong>ADARMA</strong> digunakan sebagai <em>nama konseptual (proper name)</em> jurnal yang merepresentasikan komitmen akademik dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat lintas bidang keilmuan.</p> <p style="text-align: justify;">Kata <strong>ADARMA</strong> dalam jurnal ini <strong>bukan merupakan singkatan, bukan nama institusi, bukan nama tokoh, dan bukan penamaan geografis</strong>, melainkan digunakan sebagai istilah konseptual yang mencerminkan nilai pengabdian, tanggung jawab sosial, dan kebermanfaatan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal ADARMA</strong> mempublikasikan artikel hasil pengabdian kepada masyarakat pada berbagai bidang ilmu, meliputi <strong>pendidikan, teknik, pertanian, sosial-humaniora, komputer, ekonomi, hukum, dan kesehatan</strong>. Artikel yang diterbitkan merupakan hasil penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, kemandirian, dan keberlanjutan masyarakat.</p> <p style="text-align: justify;">Jurnal ini diterbitkan oleh <strong>Universitas Janabadra, Yogyakarta</strong> dan terbit secara <strong>periodik dua kali setahun</strong>, yaitu pada bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>.</p>https://jurnaladarma.janabadra.ac.id/index.php/adarma/article/view/100Pendidikan Anti-Cyberbullying dan Penguatan Empati Digital bagi Siswa Kelas XI dan XII SMK Muhammadiyah Bandongan2026-04-30T12:22:20+07:00Yulia Kurniatyyulia_kurniaty@unimma.ac.idSesen Raka Maulanayulia_kurniaty@unimma.ac.idNesya Nursiva Widiartiyulia_kurniaty@unimma.ac.idMohammad Fatihah Adiprabowoyulia_kurniaty@unimma.ac.idNadea Asy Syuurayulia_kurniaty@unimma.ac.idAulia Salva Khusnayulia_kurniaty@unimma.ac.id<p>Perundungan siber di kalangan siswa sekolah menengah merupakan permasalahan yang semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan media sosial dalam kehidupan remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendidikan anti perundungan dan penguatan empati di ruang digital di SMK Muhammadiyah Bandongan dilatarbelakangi oleh temuan adanya perilaku komentar bernada ejekan, penyebaran konten tanpa izin, serta perdebatan daring yang berujung penghinaan. Hasil penyebaran kuesioner kepada 56 siswa kelas XI dan XII menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar siswa telah mengenal istilah perundungan, pemahaman mereka mengenai bentuk, batasan, dan dampaknya belum komprehensif. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan kesadaran etika bermedia sosial. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyebaran kuesioner sebagai pemetaan awal, dilanjutkan dengan sosialisasi dan edukasi interaktif berdasarkan hasil analisis respons siswa. Materi yang diberikan menekankan pentingnya menjaga sikap, etika, dan ujaran di media sosial serta memahami konsekuensi sosial dan psikologis dari perundungan siber. Pendekatan partisipatif digunakan untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dalam diskusi dan refleksi pengalaman. Dari proses diskusi, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang bentuk-bentuk tulisan atau gambar atau video yang bermuatan asusila, merendahkan atau menghina seseorang atau kelompok orang atau agama tertentu, sehingga tidak boleh dibuat,diunggah ataupun disebarluaskan.</p>2026-06-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yulia Kurniaty, Sesen Raka Maulana, Nesya Nursiva Widiarti, Mohammad Fatihah Adiprabowo, Nadea Asy Syuura, Aulia Salva Khusnahttps://jurnaladarma.janabadra.ac.id/index.php/adarma/article/view/106Peran Mahasiswa KKN Tematik dalam Mengoptimalkan Strategi Marketing di Era Digital untuk Meningkatkan UMKM Padukuhan Soka Wetan2026-04-30T12:26:29+07:00Eksy Puji Rahayueksy@janabadra.ac.idPutri Enisa Surat Nasiheksy@janabadra.ac.idKusrahmawati Cinta Pandita Putrieksy@janabadra.ac.idAdhinia Chika Mustikaranieksy@janabadra.ac.idMikail Haris Adhyaksa Farawowaneksy@janabadra.ac.idFajar Endra Mahesaeksy@janabadra.ac.idGagah Giring Geganaeksy@janabadra.ac.idWillyan Candra Mukhtieksy@janabadra.ac.idMoh Yasir A Rumraeksy@janabadra.ac.idAngelina Tewaneksy@janabadra.ac.idAgiliano Gilang Nurrohmaneksy@janabadra.ac.id<p>Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Janabadra Yogyakarta merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dirancang untuk mengoptimalkan strategi marketing di era digital guna meningkatkan UMKM di Padukuhan Soka Wetan. Program ini berfokus pada peningkatan strategi marketing UMKM warga masyarakat Padukuhan Soka Wetan yang dilakukan dengan cara mengadakan sosialisasi digital marketing kepada warga masyarakat. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah sosialisasi interaktif yang bertujuan untuk memberikan gambaran secara spesifik mengenai digital marketing pada UMKM. Dalam kegiatan sosialisasi digital marketing, KKN-T menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya yang merupakan dosen Program Studi Manajemen Universitas Janabadra yang memiliki wawasan dan kompetensi dalam bidang marketing. Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, kelompok KKN-T menyiapkan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan demi kelancaran kegiatan sosialisasi digital marketing, mulai dari lokasi kegiatan, banner, tikar, mikrofon, dan speaker. Dengan adanya sosialisasi digital marketing yang dilaksanakan, UMKM di Padukuhan Soka Wetan mampu memahami dan menggunakan platform digital seperti media sosial, website, dan aplikasi <em>e-commerce</em> untuk memasarkan produk mereka secara luas. Kegiatan KKN-T secara keseluruhan memberikan kontribusi nyata dalam mengoptimalkan strategi marketing di era digital guna meningkatkan UMKM warga masyarakat Padukuhan Soka Wetan.</p>2026-06-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Eksy Puji Rahayu, Putri Enisa Surat Nasih, Kusrahmawati Cinta Pandita Putri, Adhinia Chika Mustikarani, Mikail Haris Adhyaksa Farawowan, Fajar Endra Mahesa, Gagah Giring Gegana, Willyan Candra Mukhti, Moh Yasir A Rumra, Angelina Tewan, Agiliano Gilang Nurrohmanhttps://jurnaladarma.janabadra.ac.id/index.php/adarma/article/view/110Perencanaan Pembangunan Kampung Tematik Terintegrasi di Kelurahan Bener, Kota Yogyakarta2026-05-15T22:55:53+07:00Muhammad Najih Fasyanajih.fasya@amikom.ac.idRenindya Azizza Kartikakiranarenindyakartikakirana@amikom.ac.idGardyas Bidari Adnindagardyasadninda@amikom.ac.idNi'mah Mahnunahnimahmahnunah@amikom.ac.idSaiful Alif Mufidsaifulamufid@students.amikom.ac.idAnti Muni Fatul Hasanahantihasanah7@students.amikom.ac.id<p>Kota Yogyakarta menghadapi tantangan perkotaan berupa keterbatasan lahan, kepadatan penduduk, serta penurunan kualitas lingkungan, sehingga diperlukan pendekatan pengembangan kawasan yang inovatif dan partisipatif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi potensi dan karakteristik lokal Kelurahan Bener, merumuskan tema atau branding kampung yang sesuai dengan identitas masyarakat, serta menyusun arahan pengembangan kampung tematik terintegrasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara dan FGD<em> (</em><em>focus group discussions</em>) dengan pemangku kepentingan, studi literatur, analisis kebijakan, serta analisis potensi dan masalah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kelurahan Bener memiliki potensi sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan yang kuat, seperti aktivitas seni tradisional, UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) kreatif, kuliner lokal, Sungai Winongo, serta pengalaman pengembangan kampung edukatif dan wisata. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, dirumuskan konsep kampung terintegrasi yang menempatkan Kampung Bener sebagai simpul pendidikan dan budaya, serta Kampung Sidomulyo sebagai simpul ekowisata produktif. Perencanaan juga disusun secara bertahap melalui fase awal penguatan kelembagaan, fase menengah integrasi program dan ekspansi ekonomi, serta fase akhir konsolidasi dan keberlanjutan. Kegiatan ini menghasilkan dasar perencanaan yang lebih terarah, partisipatif, dan selaras dengan kebutuhan serta potensi lokal Kelurahan Bener.</p>2026-06-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Muhammad Najih Fasya, Renindya Azizza Kartikakirana, Gardyas Bidari Adninda, Ni'mah Mahnunah, Saiful Alif Mufid, Anti Muni Fatul Hasanahhttps://jurnaladarma.janabadra.ac.id/index.php/adarma/article/view/109Branding Kampung Tematik Terintegrasi “Kricak Bersama” sebagai Strategi Pengembangan Wilayah Berbasis Potensi Lokal di Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta2026-05-22T09:07:56+07:00Bagus Ramadhanbagusramadhan@amikom.ac.idIbnul Muntazaibnulmuntaza@amikom.ac.idCahyaningrum Jagad Madanicahyaningrumjagad@gmail.comVrisna Nabillavrisnanabilla@students.amikom.ac.id<p>Kelurahan Kricak di Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta merupakan kawasan padat perkotaan dengan tiga kampung (Jatimulyo, Kricak Kidul, Bangunrejo) yang memiliki kekayaan potensi pangan, kuliner, dan budaya, namun belum terintegrasi sebagai kesatuan identitas wilayah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Racana Tepat Jogja ini bertujuan merumuskan branding kampung tematik yang relevan dengan karakter sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat sebagai dasar pengembangan wilayah berbasis potensi lokal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui survei lapangan, Focus Group Discussion (FGD) lintas pemangku kepentingan, dan analisis kesesuaian branding eksisting dengan kondisi aktual. Hasil kegiatan menunjukkan tiga rumusan branding kampung tematik yang saling melengkapi dalam satu kerangka terintegrasi “Kricak Bersama: Pangan, Rasa, dan Budaya”, yaitu Kampung Ketahanan Pangan Edukatif Berkelanjutan (Jatimulyo), Kampung Kuliner Tenongan Tradisional Yogyakarta (Kricak Kidul), dan Kampung Budaya Partisipatif Yogyakarta (Bangunrejo). Ketiga kampung dihubungkan oleh Sungai Winongo sebagai koridor identitas dan rantai nilai dari hulu produksi pangan, tengah pengolahan kuliner, hingga hilir ekspresi budaya. Konsep ini diperkuat oleh prinsip kolaborasi 5K (Kampung–Kota–Kampus–Komunitas–Korporasi). Kegiatan ini berdampak pada peningkatan kapasitas perencanaan partisipatif warga, kesepakatan tematik kampung, dan tersusunnya rekomendasi program lima tahunan yang siap diadopsi oleh pemerintah Kota Yogyakarta dalam kerangka RPJMD 2025–2029.</p>2026-06-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Bagus Ramadhan, Ibnul Muntaza, Cahyaningrum Jagad Madani, Vrisna Nabillahttps://jurnaladarma.janabadra.ac.id/index.php/adarma/article/view/114Pendekatan Learning by Doing dalam Peningkatan Kewirausahaan: Studi pada Kelompok Wanita Teratai di Yogyakarta2026-06-03T14:16:06+07:00Yavida Nurimyavida@janabadra.ac.idNung Harjantonung.harjanto@aaykpn.ac.id<p>Kelompok Teratai merupakan sekelompok wanita yang berupaya memperoleh penghasilan selama tidak adanya pemasukan setelah musim tanam padi usai. Kegiatannya utamanya berkaitan dengan aktivitas menjahit serta menyulam. Aktivitas tersebut menghasilkan pemasukan pemenuhan pesanan tas rajut setengah jadi atau belum dilengkapi asesoris dan bahan tambahan sebagaimana layaknya sebuah tas. Namun demikian, kegiatan ini bersifat temporer atau berdasarkan pesanan. Masalahnya adalah pada saat pesanan diterima, sumber daya manusia tidak selalu tersedia. Perbedaan umur dan kesibukan para anggota berakibat pada ketidaklancaran pemenuhan tenggat waktu pesanan. Oleh sebab itu, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pelatihan <em>learning by doing</em> untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan berdasarkan minat anggota atas serangkaian proses pembuatan produk. Pembuatan sebuah produk tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian produk setengah jadi, tetapi kelompok ini juga harus memiliki kemampuan mengidentifikasi model yang memiliki nilai jual dan menuangkannya pada model (aplikasi model). Pelatihan ini menjadi upaya pembagian kerja dalam tim, dan selanjutnya setiap tim proses produksi memiliki tanggung jawab mengendalikan anggotanya serta berkoordinasi dengan tim dari kelompok lain. Perubahan nyata dari pelatihan <em>learning by doing</em> adalah peningkatan keahlian dan kemampuan koordinasi antar kelompok proses produksi. Dengan demikian, metode <em>learning by doing</em> akan meningkatkan keahlian kelompok secara terintegrasi dari pemasaran dan perencanaan produksi, perancangan produk, aplikasi model, dan <em>finishing</em> yang berkaitan dengan aktivitas penambahan asesoris serta <em>packing</em>.</p>2026-06-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yavida Nurim, Nung Harjantohttps://jurnaladarma.janabadra.ac.id/index.php/adarma/article/view/115Peningkatan Pendapatan dan Manajemen Keuangan Melalui Pemanfaatan Limbah Sawit di Felda Bukit Tangga Malaysia2026-06-03T14:14:59+07:00Angelia Pribadiangeliapribadi@janabadra.ac.id<p>Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di kawasan <em>Federal Land Development Authority</em> (FELDA) Bukit Tangga, Kedah, Malaysia, yang merupakan kawasan perkebunan kelapa sawit dengan kontribusi ekonomi tinggi bagi masyarakat setempat. Permasalahan utama yang dihadapi komunitas adalah, rendahnya pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi produk bernilai tambah, keterbatasan keterampilan teknis, lemahnya kapasitas pemasaran, serta manajemen keuangan usaha yang belum optimal. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode seperti ceramah, tanya jawab, praktik langsung pengolahan limbah, pelatihan pemasaran digital, pelatihan manajemen dan pencatatan keuangan sederhana, kolaborasi multipihak yang melibatkan masyarakat pengelola FELDA, dan akademisi. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah menjadi produk seperti kompos, sabun, dan pelet biomassa, penguatan literasi pemasaran digital dan analisis SWOT (<em>Strength, Weakness, Opportunity</em>, dan <em>Threat</em>), serta pemahaman yang lebih baik tentang pencatatan keuangan pada usaha kecil. Selain itu, terbentuknya jejaring kolaborasi yang memperkuat ekosistem usaha berbasis limbah sawit diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan inovasi lokal. Implikasi kegiatan ini mencakup peluang peningkatan pendapatan masyarakat, pengurangan beban lingkungan akibat limbah, serta penguatan tata kelola usaha yang lebih profesional di komunitas FELDA Bukit Tangga, sehingga mampu mendorong kemandirian ekonomi dan keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut. Selanjutnya, hasil dari pengabdian ini juga mampu memberikan dampak jangka panjang yang positif terhadap kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan ekosistem perkebunan kelapa sawit di masa depan.</p>2026-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Angelia Pribadihttps://jurnaladarma.janabadra.ac.id/index.php/adarma/article/view/111Penyuluhan Anti-Bullying sebagai Upaya Pencegahan Perundungan pada Remaja di Kota Kupang melalui Pendekatan Multidisipliner2026-05-15T22:54:56+07:00Andi Ulfatul Zahraandi.zahra@staf.undana.ac.idAgusman Harefaandi.zahra@staf.undana.ac.idNur Muhlisandi.zahra@staf.undana.ac.idBalkis Soraya Tanofandi.zahra@staf.undana.ac.idDanang Novika Roeswantaraandi.zahra@staf.undana.ac.idFadli Awwal Hasanuddinandi.zahra@staf.undana.ac.idFadliani Sahakaandi.zahra@staf.undana.ac.idMoh. Abdullah Risqillah Subrotoandi.zahra@staf.undana.ac.idPonimanandi.zahra@staf.undana.ac.id<p>Perundungan merupakan salah satu permasalahan sosial yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis, sosial, dan akademik remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai risiko, dampak, serta upaya pencegahan perundungan melalui penyuluhan anti-perundungan. Kegiatan dilaksanakan di Kota Kupang bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kupang, Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana, dan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas remaja dan mahasiswa. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab dengan pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan perspektif psikologi, sosial, pendidikan, dan hukum. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi terhadap partisipasi peserta, keterlibatan dalam diskusi, serta umpan balik yang diberikan pada akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampaknya terhadap kesehatan mental dan kehidupan sosial korban, serta strategi pencegahan dan penanganannya. Keberhasilan kegiatan terlihat dari tingginya partisipasi peserta dalam diskusi dan tanya jawab, meningkatnya kesadaran tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan inklusif, serta munculnya komitmen peserta untuk menolak segala bentuk perundungan. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun budaya saling menghormati dan mendukung terciptanya lingkungan sosial yang lebih sehat bagi remaja.</p>2026-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Andi Ulfatul Zahra, Agusman Harefa, Nur Muhlis, Balkis Soraya Tanof, Danang Novika Roeswantara, Fadli Awwal Hasanuddin, Fadliani Sahaka, Moh. Abdullah Risqillah Subroto, Poniman